Follow Now......!

Saturday, June 16, 2012

PUISI BERANTAI : PENDEKAR DAN MALING YANG INSYAF


Ini Puisi Berantai yang saya buat untuk penampilan Haflah (Pertunjukkan seni) di Latgab Terakhir PPSDMS Nurul Fikri Angkatan 5 Regional 5 Bogor


Pendekar
Maling
Ustadz
Fahmi (pembaca)
Dimas (pembaca)
Iril (pembaca)
Affan (Wiro sableng)
Rinaldi (maling)
Sule (Ustadz)
Dody (pendekar jarak dekat)
Frandy (Polisi)

Aki (Anjar)
Yuris (Huda)

Orang kesakitan (Fuad)
Rahmat, Renaldi, Bae, Firman, Fuad,
Banu, Alfa, madun, Fahmi S, Kuspri







Pendekar: Hatiku tergetar jika banyak orang meminta pertolongan
Wajah mengerang kesakitan
Berteriak tak karuan
Membuat aku semangat bukan kepalang
Untuk dapat membela kebenaran
Tak usah engkau ragu padaku
Aku tidak punya niat untuk melukaimu
Malah aku ingin melindungimu dari…..

Maling: Baaanci!
Polisi itu benar-benar seperti keledai banci
Mereka tidak punya nyali
Aku kelabui engkau lagi dan lagi
Ahahaha…aksiku bersih
Tidak meninggalkan jejak sama sekali
Kubilang pada mereka……

Ustadz: Astaghfirullaah
Begitu banyak maksiat di dunia
Melenakan umat yang berbuat
Tak pernahkan engkau berpikir
Tak pernahkah terlintas di benak
Kita harus kembali pada Al Qur’an dan as Sunah
Tancapkan saja niat dan….

Pendekar: Kunyuk melempar buah!
Itu jurusku yang paling ampuh!
Meluluhlantahkan musuh
Aku tak peduli kucuran darah dan peluh
Kuseka hingga bersih dan kuisi tenagaku hingga penuh
Selama ada orang yang meronta teraniaya hatiku pasti luluh
Untuk senantiasa membela….

Maling: Banci!
Aku bukan maling banci!
Aku hanya segelintir orang yang terasing
Terpinggirkan dan hidup di tempat yang bau pesing
Aku hanya ingin memperbaiki hidupku sedikit saja
Dengan mengambil sebahagian rezeki orang-orang congak
Yang menumpuk harta hingga perutnya bengkak
Memakan, merampas, dan mengambil harta orang banyak
Cukuplah! Aku bukan maling! Aku hanya sebagian…

Ustadz: Orang kafir
Itulah sesungguhnya musuh Allah
Kita harus berbaris dalam barisan yang kokoh
Jangan sampai bercerai berai hingga roboh
Kita harus kompak gitu loh
Allaaahu Akbar!
Lantang meneriakkan bahwa Tuhan kita Besar
Semangat yang membara dan membakar
Melawan kefasikan yang ada dan tersebar
Mari kita bersama-sama bertaubat
Karena kita adalah hamba Allah yang..

Pendekar: Bedebah!
Ternyata ia ahli pertarungan dekat
Mata pedangnya merobek kulitku dengan cepat
Aku tak mengira kalau ia pendekar yang hebat
Terpaksa aku keluarkan senjata rahasia
Kapak naga geni dua satu dua
Aku yakin ia pasti tidak akan berdaya
Eeeaaaaahaahahahahaha…….
Aku memejamkan mata sejenak
Memantapkan hati dan jiwa
Kisanak! Aku serang kau! heeaaaaaaa

Maling: Aaaaaaaaah!!!!!
Aku ketahuan orang yang ronda
Aku lari setengah mati sambil memboyong motor honda
Sial, permainanku kurang indah
Ditambah aku beroperasi hanya dengan Si Huda
Orang tambun yang sulit lari ditambah membawa banyak benda
Jadi Aku terseok-seok memboyong honda dan huda
Ah mereka semakin mendekat!
Sesekali wajahku terkena sinar lampu senter sekelebat
Gubrak!! Tiba-tiba….

Ustadz: Kepalanya dipenggal!
Disisir dengan sisir besi
Tubuhnya dibakar!!
Tapi mereka tetap teguh memegang iman
Sampai akhir hanyatnya memelihara keyakinan
Sungguh mulia orang-orang terdahulu
Abu Bakar Radhiyallahu Anhu
Umar Radhiyallahu Anhu
Dan sahabat-sahabat yang telah hidup lebih dulu
Merupakan cerminan manusia beriman
Didikan Rasulullah saw
kita harus istiqomah dan senantiasa taat beribadah
jadilah kita seperti….

Pendekar: Kutu kupret!
Rasakan!!!
Pendekar jarak dekat itu kalah?
Ahahaha, memang aku tak terkalahkan
Tapi aku harus membayar mahal untuk kemenangan
Tangan kiriku patah dan betis kuda kiriku sobek
Fiuh, aku lelah dan capek
Tapi aku puas karena aku menang juga
Aku yakin, aku adalah pendekar yang tiada dua
Saatnya aku beristirahat sejenak untuk…

Maling: Melahirkan anakku!!!!
Sungguh…istriku sedang dalam masa-masa kritis
Kandungannya semakin besar tapi kantongku semakin tipis
Ampuni aku pak, mas, dek! Izinkan aku menjelaskan terlebih dahulu
Jangan kalian pukuli aku
Siapa nanti yang mengurusi istri dan anakku??
Mereka tidak mendengar kata hatiku
Perutku dihantamnya dengan beberapa tendangan
Kepalaku dihadiahi bogem mentah nan menyakitkan
Aku hanya meregang kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa
Si Huda pun sama, hanya ia terlihat tidak begitu kesakitan
karena timbunan lemak yang melindunginya
aku tidak bisa diam saja aku harus…..

Ustadz: Cebok atau istinja’
Adalah bagian dari Taharah untuk muslim
Ini adalah bukti Cinta Allah akan umatnya
Allah tidak rela umatnya tidak beraturan
Mendewakan nafsunya dan tidak menjaga kemaluannya
sadarlah bahwa tidak ada yang bisa menjamin
hidup atau mati seseorang
tidak ada yang bisa menjamin
rezeki dan jodoh seseorang
yakinlah pada Allah dan kekuasaannya
yang tiada tara tiada batas
karena kita makhluk…

Pendekar: Sontoloyo!!
Pendekar jarak dekat itu curang
Memanggil Aki Ireng dan tiba-tiba menyerang
Saat aku lengah ia menerjang
Memukul dan menusukku dari belakang
Aku kesakitan dan mengerang-ngerang
Aku berang!
Tapi tak berdaya untuk menyerang
Tak berdaya untuk membela diri
Dunia gelap dan aku pingsan
Saat bangun aku sudah ada di…

Maling: kandungan istriku!!
Anakku?

Ustadz: Afwan jiddan

Maling: Ayah disini sedang ditahan
Maafkan aku sayang
Aku tidak bisa berbuat lebih dari ini
Perutku perih, punggungku remuk, sakit sekali
Rasanya aku ingin bunuh diri
Aku tak tahan membayangkan istriku sendiri
Meminta tolong dan melahirkan sendiri
Tanpa seorang suami dan ayah yang mendampingi
Aku tidak kuat! Aku ingin……

Ustadz: Berbuka puasa
Di waktu matahari tenggelam
Sesunggunya itu bermakna sangat mendalam
Ikut merasakan rintihan kaum fakir yang jarang makan
Allah meminta kita untuk mengerti
Betapa pentingnya berbagi
Tolonglah mereka dengan segenap hati
InsyaAllah surga-Nya akan menanti
Janganlah kita tinggi hati
Menganggap diri ini paling pandai
Menganggap diri ini paling..

Pendekar: Hebat
Apakah aku benar-benar hebat?
Apakah benar aku pendekar yang hebat?
Aku merenung akan semuanya saat aku terjerat
Aku kalah dan dibawa kemarkas Si pendekar jarak dekat
Tak berdaya tak bergerak
Hanya jantungku yang berdetak
Nyai dan Pendekar jarak dekat menggertak
Aku tak bergeming dan tak mendengar
Tiba-tiba datang seorang…

Pendekar: Ustadz!!
Maling: Ustadz!!
Ustadz: Jangan engkau sombong dan tinggi hati
Merasa paling benar dan paling baik
Seperti setan yang enggan sujud pada Adam
Ia pikir Api lebih baik dari Tanah
Padahal Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
Carilah rezeki yang halal
Beri makan anak istrimu dari nafkah yang Allah Ridhoi
Yang Allah sertakan rahmat dan hidayah
Sehingga engkau selamat dari fitnah
Selamat dari dosa dan salah
Karena Allah selalu menerima taubat hambanya yang lemah

Pendekar: Jazakumullah Khair ustadz
Maling: Jazakumullah Khair ustadz

3 comments:

om,.izin copy,..
n' makasihh.,..!!
GOKIL

izin copy mas buat pentas seni smp :)
makasih...

Post a Comment

terimakasih sudah memberikan komentar yang membangun